Langsung ke konten utama

Malioboro to Parangtritis Beach, an unforgettable journey. By : Saffana S.

Perjalanan ini dimulai dari malam penuh cerita di jantung kota Yogyakarta, Malioboro. Suasana malam itu begitu hidup, lampu-lampu jalanan bersinar terang, pedagang kaki lima berjajar rapi menawarkan beragam oleh-oleh khas Jogja, dan iringan musik angklung dari para seniman jalanan menambah kesan magis. Aku bersama teman-temanku menyusuri trotoar Malioboro dengan langkah santai, menikmati setiap detik kebersamaan. Kami membeli beberapa oleh-oleh, mulai dari kaos khas Jogja, gelang, daster barong, hingga gantungan kunci yang lucu-lucu. Tak lupa, kami mengabadikan momen dengan berfoto di berbagai spot ikonik di sepanjang jalanan Malioboro. 
Salah satu hal paling berkesan malam itu adalah saat kami makan malam bersama di sebuah warung sate pinggiran. Sate Malioboro. Aromanya yang menggoda langsung membuat perut keroncongan, dan ketika lidah mencicipi bumbu kacang yang gurih manis, rasanya benar-benar menggugah selera. Suasana hangat di antara tawa dan obrolan membuat malam itu semakin istimewa.
Setelah puas berkeliling, kami kembali ke hotel untuk beristirahat. Aku tidur dengan perasaan senang dan tak sabar menanti hari esok. Pagi harinya, aku bangun dengan semangat baru. Setelah mandi dan bersiap, kami sarapan di hotel. Menu yang tersedia cukup lengkap dan mengenyangkan. Energi kami terisi penuh untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya: menuju Pantai Parangtritis.
Kami berangkat menggunakan bus bersama rombongan. Suasana dalam bus begitu seru. Kami menyanyi-nyanyi bersama, saling melempar candaan, dan menikmati pemandangan sepanjang perjalanan. Setelah sekitar 1 jam, akhirnya kami tiba di Pantai Parangtritis pantai legendaris yang sarat akan cerita dan keindahan.

Begitu turun dari bus, suara deburan ombak dan hembusan angin laut langsung menyambut kami. Langit cerah, pasir hitam terhampar luas, dan ombak yang bergulung memberikan pemandangan yang luar biasa indah. Kami langsung bermain di tepi pantai. Beberapa teman laki-laki bermain bola dengan riang, berlari dan tertawa, seolah tak ada beban. Sementara itu, aku dan teman- teman bermain pasir, dan tak lupa berfoto ria dengan latar belakang laut yang menakjubkan.



Tak hanya itu, kami juga mencoba bermain ATV. Menyusuri pantai dengan ATV terasa seperti petualangan kecil yang menyenangkan. Angin laut yang menerpa wajah saat melaju membuat pengalaman ini semakin seru. Kami tertawa, berteriak kegirangan, dan menikmati setiap momen bersama.

Hari itu benar-benar terasa singkat. Waktu seakan berlari cepat saat kita sedang bahagia. Namun, yang paling penting adalah kenangan yang tercipta dari kebersamaan ini. Dari malam hangat di Malioboro hingga siang ceria di Parangtritis, perjalanan ini akan selalu tersimpan rapi di dalam hati sebagai salah satu memori terbaik yang pernah aku miliki. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Profil SMPIT Al Utsmaniyah

Mencetak Generasi Qur’an yang sholih, cerdas dan berprestasi serta berkarakter Profil Pelajar Pancasila keunggulan SMPIT AL-UTSMANIYAH Merupakan satu satunya Sekolah ISLAM TERPADU yang berada di wilayah Citeureup yang berbasiskan Tahfidz dan Tahsinul Qur’an serta tidak meninggalkan pelajaran Kemendikbud dan Berijazah yg di akui oleh Negara serta Termasuk kedalam Sekolah PENGGERAK angkatan 2 1. Sekolah Berbasis Qur’an dan Digitalisasi 2. Target lulus hafal Quran 3 juz (mutqin) 3. Mampu membaca Al-Quran Sesuai dengan kaidah Ilmu Tajwid 4. Benar dalam ibadah (wudhu dan sholat) 5. Faham bahasa Arab & bahasa inggris 6. Menggunakan Kurikulum Merdeka dan tergabung ke dalam Sekolah Penggerak Angkatan 2 berikut Program SMPIT Al Utsmaniyah Pelaksanaan Hari Besar Islam dan Nasional Pemilu Raya ISMA Tasmi’ Qur’an sekali duduk Tadarus Al Qur’an dan Murojaah Harian Wisuda Khotmil Qur’an Wisuda Tahfidzul Qur’an LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan siswa) dan SCOUTS Outing Class Literasi dan Mur...

Lava Tour yang Menggenang Kenangannya

Halo semuanya, saya David. Hari ini saya akan menceritakan pengalaman saya di Lava Tour Gunung Merapi. Pada tanggal 7 Mei 2025, saya bersama dengan teman-teman saya pergi ke Jogjakarta dengan menggunakan bis. Kita berencana untuk menginap di sebuah hotel bernama Cantya Hotel selama 3 hari di sana.  Di hari kedua, kami bersiap-siap untuk pergi menuju ke Lava Tour Gunung Merapi menaiki bis handalan kita. Perjalanan menuju Lava Tour itu singkat, sekitar 30-40 menit. Di bis, kami tertawa terbahak-bahak membicarakan hal-hal yang tidak penting dan lucu. Setelah kita sampai di Lava Tour Gunung Merapi, kita diarahkan oleh tour guide kita untuk berfoto di depan logo Jeep Adventure Gunung Merapi. Lalu, kita diarahkan untuk menaiki Jeep yang akan digunakan untuk ekspedisi kita melalui track Gunung Merapi.  Selama perjalanan, kami melihat berbagai macam hal yang menarik. Kami juga melewati jalanan yang berlika-liku dan seru! (Saya hampir jatuh beberapa kali) Kami pun sampai di pos bunker,...

Big Family Of teacher SMPIT Al-Utsmaniyah Citeureup

edisi Foto Buat Kalender 2017 Bersama tim Pengajar SMPIT Al-Utsmaniyah